Danau Redan, Teluk Pandan, Kutai Timur – Pondok Pesantren Mus'ab bin Umair (MBU) menggelar kegiatan Inhouse Training Guru dan Staf Pengajar pada tanggal 9–10 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pontren Mus'ab bin Umair ini menghadirkan Difan Sulaiman, salah satu Canvassador Kalimantan Timur, sebagai pemateri utama.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan staf dalam memanfaatkan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta pengelolaan branding media sosial untuk mendukung pengembangan dan publikasi kegiatan pesantren.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai transformasi digital di dunia pendidikan, pemanfaatan AI untuk menunjang proses pembelajaran dan administrasi, hingga strategi membangun citra positif lembaga melalui media sosial. Tidak hanya berupa penyampaian teori, kegiatan juga diisi dengan sesi praktik langsung sehingga peserta dapat mencoba dan menerapkan materi yang diajarkan secara nyata.
Acara diikuti oleh seluruh guru dan staf pengajar dengan antusiasme yang tinggi. Suasana pelatihan berlangsung meriah, interaktif, dan penuh semangat. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mempraktikkan berbagai tools digital dan AI yang diperkenalkan oleh pemateri.
Dalam kesempatan tersebut, Difan Sulaiman menyampaikan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan AI secara tepat dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran, produktivitas kerja, serta memperluas jangkauan informasi dan dakwah pesantren melalui media sosial.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Mus'ab bin Umair berharap seluruh guru dan staf dapat semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat eksistensi pesantren di tengah masyarakat.
Kegiatan Inhouse Training ini menjadi salah satu langkah nyata Pontren Mus'ab bin Umair dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pesantren.
